
Pertama, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Selama ini salah satu tantangan besar Madura adalah terbatasnya kesempatan kerja. Banyak anak muda Madura akhirnya harus mencari pekerjaan ke Surabaya, Jakarta, bahkan ke luar negeri.
Masuknya industri dapat membuka kesempatan kerja yang lebih dekat dengan kampung halaman.
Bukan hanya pekerjaan di pabrik, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi UMKM, transportasi, perdagangan, kuliner, jasa, kos-kosan, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
Kedua, meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Ketika industri tumbuh, uang tidak hanya berputar di dalam perusahaan.
Ada pekerja yang mendapatkan penghasilan, ada warung yang mendapatkan pembeli, ada pengusaha lokal yang menjadi pemasok, ada sektor transportasi yang berkembang, dan ada kebutuhan terhadap berbagai jasa baru.
Artinya, investasi industri dapat menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Bangkalan dan Madura secara lebih luas.
Ketiga, saya berharap industrialisasi juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan pekerja Madura.
Ini bagian yang menurut saya sangat penting.
Jangan sampai Madura dipilih sebagai lokasi industri hanya karena biaya tenaga kerja yang lebih murah.
Kalau perusahaan mendapatkan keuntungan karena berinvestasi di Madura, maka masyarakat Madura juga harus mendapatkan manfaat yang sepadan.
Saya berharap ke depan pertumbuhan industri dapat berjalan beriringan dengan:
peningkatan kualitas tenaga kerja lokal;
semakin banyaknya pekerja Madura yang mengisi posisi strategis;
peningkatan standar upah;
peningkatan UMK/UMR secara bertahap sesuai produktivitas dan kemampuan industri;
serta semakin banyaknya pengusaha lokal yang masuk dalam rantai pasok industri.
Investasi harus membawa kesejahteraan, bukan sekadar memindahkan aktivitas produksi ke daerah dengan biaya yang lebih rendah.
Namun, saya juga tidak menutup mata bahwa industrialisasi memiliki risiko.
Salah satunya adalah lingkungan.
Pengelolaan limbah harus dipersiapkan sejak awal, bukan setelah terjadi masalah.
Standar lingkungan, sistem pengolahan limbah, pengawasan kualitas air dan udara, serta transparansi kepada masyarakat harus menjadi bagian dari perencanaan kawasan industri.
Kita tentu menginginkan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.
Tetapi kita juga ingin anak cucu kita tetap mendapatkan lingkungan yang sehat.
Karena itu, posisi saya jelas:
Saya mendukung investasi dan industrialisasi di Madura.
Tetapi investasi harus:
Membuka lapangan kerja.
Menggerakkan ekonomi lokal.
Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja.
Memberikan ruang bagi pengusaha lokal.
Menjaga lingkungan.
Dan yang paling penting, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Madura.
Saya berharap momentum ini menjadi awal dari perubahan besar bagi Madura.
Bukan lagi hanya dikenal sebagai daerah pengirim tenaga kerja, tetapi menjadi daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan produk, menarik investasi, dan membangun kesejahteraannya sendiri.
Madura siap menerima investasi.
Tetapi Madura juga harus mendapatkan masa depan yang lebih baik dari investasi tersebut.